Gimana Cara Melatih Timing Deflect di Sekiro Shadows Die Twice? Berikut Tutorialnya!

Tren Gaming – Bagaimana cara untuk melatih timing deflect di Sekiro Shadows Die Twice selalu menjadi pertanyaan penting bagi pemain yang sering kewalahan menghadapi serangan cepat musuh. Berbeda dari banyak game action lain yang bisa menghindar terus-menerus, Sekiro justru mendorong pemain untuk berani berdiri di depan lawan, membaca ritme serangan, lalu menekan tombol guard tepat sebelum pukulan masuk. Deflect adalah inti pertarungan di Sekiro. Dalam manual resminya, deflect dijelaskan sebagai tindakan menekan tombol guard sesaat sebelum serangan musuh mendarat, dan cara ini menjadi salah satu metode utama untuk merusak Posture lawan. Jika berhasil mengganggu postur musuh, mereka akan terbuka untuk menerima Deathblow. Karena itulah, pemain yang ingin benar-benar menikmati Sekiro perlu melatih timing deflect, bukan hanya mengandalkan block atau dodge.

Pahami Bedanya Block Dan Deflect di Sekiro Shadows Die Twice

Sebelum latihan timing, pemain harus bisa membedakan block dan deflect. Block terjadi ketika pemain menahan tombol guard untuk menahan serangan. Cara ini memang bisa menyelamatkan karakter dari damage langsung, tetapi Posture pemain akan lebih cepat terisi. Jika Posture penuh dan serangan terus diterima, karakter bisa terbuka dan terkena serangan lanjutan. Deflect berbeda. Pemain tidak sekadar menahan guard, tetapi menekan tombol guard tepat sebelum serangan mengenai karakter. Hasilnya, benturan senjata biasanya terdengar lebih tajam dan efek percikan terlihat lebih jelas. Deflect juga memberi tekanan balik kepada Posture musuh, sehingga pertarungan tidak hanya bertahan, tetapi juga menyerang lewat pertahanan. Kuncinya sederhana, jangan panik menahan tombol guard terlalu lama. Latih kebiasaan menekan guard sesuai tempo serangan musuh. Awalnya memang terasa sulit, tetapi lama kelamaan tangan akan mulai mengenali ritmenya secara otomatis.

Gunakan Hanbei Untuk Latihan Dasar

Salah satu cara paling aman untuk melatih deflect adalah berlatih dengan Hanbei the Undying di area Dilapidated Temple. Hanbei memang disediakan sebagai rekan latihan, sehingga pemain bisa mencoba dasar-dasar combat tanpa takut kehilangan progres. Di sini, pemain dapat mengulang latihan serangan, block, deflect, dan counter sampai gerakannya terasa lebih natural. Mulailah dari latihan sederhana. Berdiri di depan Hanbei, jangan menyerang terlalu banyak, lalu fokus pada gerakan tangannya. Tekan guard tepat saat serangan hampir mengenai tubuh. Jangan menekan terlalu cepat, karena itu biasanya hanya menjadi block biasa. Jangan juga terlambat, karena karakter bisa terkena damage. Latihan dengan Hanbei mungkin terlihat sepele, tetapi sangat membantu membangun memori otot. Pemain yang terbiasa berlatih beberapa menit sebelum melanjutkan area baru biasanya akan lebih siap menghadapi musuh yang ritmenya lebih rumit.

Baca juga: “Lola Bakery Bikin Ketagihan! Game Seru untuk Semua Umur yang Bikin Betah Main Terus

Fokus Pada Gerakan Tubuh Musuh di Sekiro Shadows Die Twice

Banyak pemain gagal deflect karena terlalu fokus pada ujung pedang musuh. Padahal, dalam Sekiro, membaca gerakan tubuh sering lebih membantu. Perhatikan bahu, pinggang, tangan, dan perubahan posisi kaki lawan. Biasanya, sebelum menyerang, musuh punya animasi ancang-ancang yang bisa menjadi tanda. Jika pemain hanya melihat pedang, reaksi bisa terlambat karena senjata bergerak sangat cepat saat serangan dilepas. Namun jika pemain membaca gerakan tubuh sejak awal, timing deflect akan lebih mudah terbaca. Anggap saja setiap musuh punya irama sendiri. Ada yang menyerang cepat setelah mengangkat pedang, ada yang sengaja menahan gerakan untuk mengecoh, dan ada juga yang punya combo panjang. Latihan terbaik adalah memperlambat ambisi menyerang. Saat bertemu musuh baru, jangan langsung buru-buru ingin menang. Amati dulu beberapa serangannya. Dengan begitu, pemain bisa memahami kapan serangan benar-benar terjadi.

Rasakan Ritme Pertarungan di Sekiro Shadows Die Twice

Sekiro punya ritme pertarungan yang sangat terasa. Setiap benturan pedang, suara langkah, dan jeda combo bisa membantu pemain memahami kapan harus menekan guard. Banyak pemain berpengalaman bahkan menyebut pertarungan Sekiro terasa seperti permainan ritme karena deflect sering mengikuti pola bunyi tertentu. Saat musuh melakukan combo, jangan asal spam guard tanpa arah. Lebih baik coba hitung iramanya. Misalnya, serangan pertama cepat, serangan kedua sedikit tertunda, lalu serangan ketiga datang lebih berat. Jika pemain menekan guard mengikuti pola tersebut, peluang deflect akan lebih besar. Untuk latihan, pilih satu musuh biasa yang pola serangannya mudah terbaca. Biarkan dia menyerang, lalu coba deflect semua pukulannya tanpa membalas. Setelah mulai konsisten, barulah tambahkan serangan balik satu atau dua hit di antara celah serangannya.

Jangan Terlalu Sering Menekan Tombol Guard

Kesalahan umum pemain baru adalah menekan guard berkali-kali terlalu cepat karena panik. Cara ini kadang masih bisa menyelamatkan, tetapi tidak ideal untuk membangun timing yang rapi. Deflect membutuhkan ketenangan. Jika tombol ditekan asal-asalan, pemain tidak belajar membaca serangan, melainkan hanya berharap sistem menyelamatkan. Cobalah menekan guard sekali untuk satu serangan. Jika musuh melakukan combo tiga kali, tekan guard tiga kali mengikuti ritmenya. Latihan ini membuat pemain lebih sadar terhadap timing. Pada awalnya mungkin sering gagal, tetapi hasilnya jauh lebih baik untuk jangka panjang. Jika mulai panik, mundur sebentar, tahan guard untuk memulihkan Posture, lalu masuk lagi. Manual resmi juga menjelaskan bahwa Vitality musuh memengaruhi kecepatan pemulihan Posture mereka. Semakin rendah Vitality musuh, semakin lambat Posture mereka pulih, sehingga kadang pemain perlu mengurangi darah lawan lebih dulu sebelum fokus menghancurkan Posture.

Latih Deflect Dengan Musuh Biasa Sebelum Boss

Jangan menjadikan boss sebagai satu-satunya tempat latihan. Boss memang memberi pengalaman besar, tetapi tekanan pertarungannya bisa membuat pemain cepat frustrasi. Lebih baik gunakan musuh biasa untuk membangun dasar timing terlebih dahulu. Musuh pedang di area awal sangat cocok untuk latihan. Mereka punya serangan yang cukup jelas dan tidak terlalu rumit. Setelah bisa membaca serangan dasar, lanjutkan ke musuh tombak, musuh besar, atau mini boss. Setiap tipe musuh akan mengajarkan timing yang berbeda. Dengan cara ini, pemain akan lebih siap ketika menghadapi boss seperti Genichiro, Lady Butterfly, atau musuh lain yang menuntut deflect beruntun. Boss di Sekiro biasanya bukan hanya menguji damage, tetapi juga menguji seberapa baik pemain memahami ritme serangan.

Bedakan Serangan Biasa Dan Perilous Attack

Tidak semua serangan bisa diselesaikan dengan deflect biasa. Saat muncul tanda bahaya berwarna merah, pemain harus membaca jenis serangannya. Ada thrust yang bisa dilawan dengan Mikiri Counter, ada sweep yang sebaiknya dilompati, dan ada grab yang harus dihindari. Memahami perbedaan ini sangat penting karena Perilous Attack tidak bisa diperlakukan sama seperti tebasan biasa. Jika pemain selalu mencoba deflect semua serangan berbahaya tanpa membaca bentuknya, hasilnya bisa fatal. Maka dari itu, perhatikan animasi setelah simbol merah muncul. Jika musuh menusuk lurus ke depan, siapkan Mikiri. Apabila musuh menyapu rendah, lompat. Dan jika musuh membuka tangan atau bergerak seperti ingin menangkap, segera menjauh. Latihan timing deflect akan jauh lebih efektif jika pemain juga memahami kapan tidak perlu deflect. Dalam Sekiro, bertahan dengan benar bukan berarti selalu menangkis, tetapi memilih respons yang sesuai dengan jenis serangan.

Gunakan Pola Dua Serangan Lalu Siap Deflect

Untuk pemain baru, pola sederhana ini sangat membantu: serang satu sampai dua kali, lalu siap deflect. Jangan terlalu rakus menyerang. Banyak musuh di Sekiro akan membalas setelah menerima beberapa pukulan. Jika pemain terus menekan tombol attack, mereka sering terlambat menangkis serangan balasan. Dengan pola dua serangan lalu siap bertahan, ritme pertarungan menjadi lebih aman. Pemain tetap memberi tekanan kepada musuh, tetapi tidak kehilangan kesiapan untuk deflect. Saat sudah lebih mahir, jumlah serangan bisa disesuaikan tergantung musuh yang dihadapi. Pola ini juga mengajarkan keseimbangan antara agresif dan sabar. Sekiro bukan game yang menyuruh pemain pasif, tetapi juga menghukum pemain yang terlalu rakus.

Perhatikan Posture Karaktermu Sendiri

Walau deflect adalah kunci utama, pemain tetap harus memperhatikan Posture karakter sendiri. Jika Posture sudah terlalu penuh, ambil jarak sejenak dan tahan guard untuk mempercepat pemulihan. Jangan memaksakan diri terus berdiri di depan lawan jika kondisi sudah tidak aman. Namun jangan terlalu takut dengan Posture penuh. Selama pemain berhasil melakukan deflect dengan tepat, pertarungan masih bisa dikendalikan. Yang berbahaya adalah saat Posture sudah tinggi lalu pemain gagal menangkis serangan berikutnya. Karena itu, latihan konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar menghafal satu gerakan.

Cara melatih timing deflect di Sekiro Shadows Die Twice dimulai dari memahami perbedaan block dan deflect, lalu membiasakan diri membaca ritme musuh. Gunakan Hanbei untuk latihan dasar, perhatikan gerakan tubuh lawan, dengarkan pola serangan, dan hindari kebiasaan menekan guard secara panik. Latih deflect pada musuh biasa sebelum menghadapi boss besar. Jangan lupa membedakan serangan biasa dengan Perilous Attack, karena tidak semua ancaman bisa dijawab dengan cara yang sama. Dengan latihan bertahap, timing deflect akan terasa semakin natural. Saat ritme Sekiro mulai terbaca, pertarungan yang awalnya terasa menakutkan akan berubah menjadi duel pedang yang seru, intens, dan sangat memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *